Pengertian DOI Jurnal: Panduan Komprehensif Bagi Peneliti
Berikut artikel 1000 kata tentang pemahaman jurnal DOI, dioptimalkan untuk SEO dan keterbacaan:
Apa itu DOI? Landasan Identifikasi Ilmiah
Pada intinya, Digital Object Identifier (DOI) adalah pengidentifikasi atau pegangan tetap yang digunakan untuk mengidentifikasi objek secara unik, paling umum adalah artikel ilmiah, bab buku, kumpulan data, dan bentuk kekayaan intelektual online lainnya. Anggap saja sebagai nomor jaminan sosial untuk sebuah penelitian. Tidak seperti URL, yang dapat berubah seiring waktu seiring dengan restrukturisasi situs web atau perpindahan konten, DOI dirancang untuk tetap konstan sepanjang umur objek. Kegigihan ini sangat penting untuk memastikan aksesibilitas dan penemuan penelitian dalam jangka panjang.
Sistem DOI dikelola oleh International DOI Foundation (IDF), sebuah organisasi nirlaba yang mengembangkan dan mengatur infrastruktur teknologi dan sosial yang diperlukan agar sistem DOI dapat berfungsi secara efektif. IDF tidak menetapkan DOI secara langsung. Sebaliknya, lembaga ini mengakreditasi Agen Pendaftaran, seperti Crossref, DataCite, dan mEDRA, yang kemudian menetapkan DOI kepada pembuat dan penerbit konten.
DOI tipikal terdiri dari awalan dan akhiran yang dipisahkan dengan garis miring. Awalan mengidentifikasi agen pendaftaran dan penerbit, sedangkan akhiran adalah string unik yang ditetapkan oleh penerbit ke objek tertentu. Misalnya: 10.1016/j.cell.2023.11.001. Di sini, “10.1016” adalah awalan, yang menunjukkan penerbit (Elsevier) dan agen pendaftaran (kemungkinan Crossref), dan “j.cell.2023.11.001” adalah akhiran unik untuk hal tersebut Sel artikel jurnal.
Mengapa DOI Penting bagi Peneliti? Mengungkap Manfaatnya
DOI menawarkan beberapa keuntungan utama bagi peneliti:
- Tautan Persisten: Manfaat yang paling signifikan adalah jaminan adanya tautan yang persisten. Terlepas dari perubahan pada situs web atau database penerbit, DOI akan selalu menentukan lokasi objek atau metadatanya yang benar. Hal ini mencegah tautan rusak dan memastikan kutipan tetap akurat dari waktu ke waktu.
- Peningkatan Kemampuan untuk Ditemukan: DOI sering kali tertanam dalam catatan metadata yang digunakan oleh mesin pencari dan layanan pengindeksan seperti Google Cendekia, Web of Science, dan Scopus. Hal ini meningkatkan kemampuan penelitian untuk ditemukan, sehingga memudahkan peneliti lain menemukan dan mengutip karya Anda.
- Kutipan Akurat: DOI menyediakan cara standar untuk mengutip karya ilmiah. Dengan menyertakan DOI dalam kutipan Anda, Anda memastikan bahwa orang lain dapat dengan mudah menemukan sumber aslinya, meskipun URL-nya tidak tersedia. Hal ini berkontribusi terhadap integritas dan reproduktifitas penelitian.
- Pelacakan dan Metrik: DOI memungkinkan pelacakan metrik penggunaan, seperti unduhan dan kutipan. Lembaga Pendaftaran dan penerbit menggunakan DOI untuk mengumpulkan data tentang seberapa sering penelitian diakses dan dikutip. Informasi ini dapat digunakan untuk menilai dampak penelitian dan untuk menginformasikan keputusan tentang strategi penerbitan.
- Pengayaan Metadata: Ketika DOI ditetapkan, metadata terkait, seperti judul, penulis, abstrak, dan tanggal publikasi, didaftarkan pada Badan Pendaftaran. Metadata ini tersedia untuk umum dan dapat digunakan untuk memperkaya database dan layanan lain, sehingga semakin meningkatkan kemampuan penelitian untuk ditemukan dan diakses.
- Izin yang Disederhanakan dan Manajemen Hak: DOI dapat dihubungkan dengan informasi tentang hak cipta dan perizinan, sehingga memudahkan untuk memahami ketentuan penggunaan suatu karya tertentu. Hal ini sangat penting untuk publikasi akses terbuka.
Cara Menemukan DOI: Strategi Praktis bagi Peneliti
Menemukan DOI artikel jurnal atau karya ilmiah lainnya biasanya mudah. Berikut beberapa metode yang bisa Anda gunakan:
- Tentang Artikel Itu Sendiri: DOI biasanya ditampilkan secara jelas di halaman pertama artikel, sering kali di dekat judul atau abstrak. Itu juga dapat dimasukkan dalam header atau footer setiap halaman.
- Situs Web Penerbit: Cari DOI pada halaman web artikel di situs penerbit. Biasanya terletak di dekat judul, abstrak, atau informasi kutipan.
- Basis Data Kutipan: Banyak database kutipan, seperti Web of Science, Scopus, dan Google Scholar, menyertakan DOI dalam catatannya. Cari artikel di database dan cari DOI di hasil pencarian atau halaman detail artikel.
- Pencarian Crossref: Crossref menyediakan layanan pencarian DOI gratis di situs web mereka. Anda dapat memasukkan judul artikel, nama penulis, atau informasi identitas lainnya untuk mencari DOI.
- DOI Selesaikan: Jika Anda memiliki DOI, Anda dapat menggunakan pemecah DOI, seperti doi.org, untuk mengarahkan Anda ke lokasi objek. Cukup masukkan DOI ke dalam kotak pencarian penyelesai, dan itu akan membawa Anda ke halaman web yang sesuai.
- Perangkat Lunak Manajemen Bibliografi: Perangkat lunak seperti Mendeley, Zotero, dan EndNote biasanya secara otomatis mengambil DOI ketika Anda menambahkan artikel ke perpustakaan Anda.
DOI Jurnal: Mengidentifikasi Jurnal Bereputasi
Kehadiran DOI umumnya merupakan indikator yang baik dari jurnal yang bereputasi baik. Jurnal yang berinvestasi dalam menetapkan DOI pada artikelnya biasanya berkomitmen terhadap pelestarian dan kemudahan penemuan dalam jangka panjang. Namun, kehadiran DOI saja tidak menjamin kualitas atau legitimasi sebuah jurnal. Jurnal predator juga dapat menetapkan DOI pada artikelnya, seringkali melalui lembaga registrasi yang kurang bereputasi.
Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain ketika mengevaluasi sebuah jurnal, seperti:
- Faktor Dampak: Meskipun bukan ukuran yang sempurna, faktor dampak dapat memberikan indikasi pengaruh dan prestise jurnal dalam bidangnya.
- Dewan Redaksi: Periksa komposisi dewan redaksi untuk memastikan bahwa komposisinya terdiri dari para sarjana yang bereputasi baik di bidangnya.
- Proses Tinjauan Sejawat: Proses peer review yang ketat sangat penting untuk memastikan kualitas penelitian yang dipublikasikan. Carilah informasi tentang kebijakan peer review jurnal di situs webnya.
- Pengindeksan di Database Terkemuka: Jurnal yang terindeks di database besar seperti Web of Science, Scopus, dan PubMed umumnya dianggap lebih bereputasi.
- Kebijakan Akses Terbuka: Pahami kebijakan akses terbuka jurnal dan persyaratan lisensi. Berhati-hatilah terhadap jurnal yang membebankan biaya publikasi berlebihan tanpa memberikan manfaat yang jelas.
- Direktori Jurnal Akses Terbuka (DOAJ): Periksa apakah jurnal tersebut terdaftar di DOAJ, yaitu direktori jurnal akses terbuka yang memenuhi standar mutu tertentu.
Masalah Resolusi DOI: Pemecahan Masalah dan Solusi
Meskipun DOI dirancang untuk bersifat persisten, terkadang Anda mungkin mengalami masalah saat mencoba menyelesaikan DOI. Berikut adalah beberapa masalah umum dan solusi potensial:
- DOI salah: Periksa kembali apakah Anda telah memasukkan DOI dengan benar. Bahkan kesalahan ketik kecil pun dapat mencegah penyelesaiannya.
- Masalah Server Sementara: Server penerbit atau penyelesai DOI mungkin tidak tersedia untuk sementara. Coba lagi nanti.
- Metadata DOI Kedaluwarsa: Metadata DOI mungkin tidak mutakhir. Hubungi penerbit atau Agen Pendaftaran untuk melaporkan masalah ini.
- Masalah Paywall: Artikel tersebut mungkin berada di balik paywall. Periksa apakah Anda memiliki akses melalui institusi Anda atau apakah Anda perlu membeli artikel tersebut.
- Konten Dipindahkan atau Dihapus: Dalam kasus yang jarang terjadi, konten mungkin telah dipindahkan atau dihapus oleh penerbit. Hubungi penerbit untuk menanyakan status artikel.
Jika Anda tidak dapat menyelesaikan DOI, Anda dapat mencoba mencari artikel menggunakan judul, nama penulis, atau informasi identitas lainnya di mesin pencari atau database kutipan.
Kesimpulan: Merangkul DOI untuk Komunikasi Ilmiah
DOI adalah alat penting bagi peneliti, memastikan identifikasi yang persisten, kemampuan untuk ditemukan, dan kutipan karya ilmiah yang akurat. Dengan memahami cara kerja DOI dan cara menemukannya, peneliti dapat meningkatkan penelitian mereka dan berkontribusi terhadap integritas dan reproduktifitas catatan ilmiah. Selalu utamakan jurnal dengan kebijakan DOI yang jelas dan evaluasi jurnal secara ketat berdasarkan beberapa indikator kualitas, bukan hanya keberadaan DOI saja. Penggunaan DOI dengan benar merupakan landasan komunikasi ilmiah modern.

