carview.php?tsp=
Sumber gambar: AsianWiki

   Kim Yoo-Joon bertemu dengan Yoo Jeong-A di sebuah ruangan yang lebih mirip seperti gudang. Di ruangan itu ada sebuah piano. Mereka pertama kali kontak mata ketika Jeong A hendak mengambil pensilnya yang jatuh di bawah piano, sementara Yoo Joon penasaran dengan orang yang ada di bawah piano itu. Karena salah tingkah, Jeong A pun kejedot piano itu dan membuatnya makin kikuk di depan Yoo Joon. Pertemuan hari itu membuat keduanya makin dekat, hingga kemudian keduanya saling suka. Namun, Jeong A kerap mengatakan hal-hal yang ambigu dan tak dimengerti oleh Yoo Joon. Di sinilah para penonton akan menerka,  sebenarnya apa yang terjadi pada Jeong A. Saya sendiri berpikir bahwa Jeong A sudah meninggal dan hanya Yoo Joon yang bisa melihatnya. Tebakan saya tidak sepenuhnya salah, tapi saya gak mau ngomong lagi soal ini biar kalian nonton sendiri film dan dapat jawabannya.
   Suatu saat, Jeong A pernah berkunjung ke rumah Yoo Joon. Di situlah dia tahu bahwa Yoo Joon ternyata anak gurunya, Kim Seung-Ho. Sayangnya, bapaknya Yoo Joon ini sudah tidak lagi mengajar di kampus tempat Yoo Joon dan Jeong A belajar musik.
   Demi memberikan hadiah kepada Jeong A, Yoo Joon mengikuti battle main piano yang hadiahnya adalah sesuatu yang diinginkan oleh Jeong A. Sebuah buku nada berjudul, Secret: Untold Melody, A Miracle of the Piano Score, dan Yoo Joon pun menang. Ia memberikan buku itu pada Jeong A, namun Jeong A melarang Yoo Joon untuk memainkan lagu ini di piano—di tempat(gudang) mereka biasa menghabiskan waktu. Menurutnya, lagu itu hanya pantas dimainkan di piano yang bagus seperti yang ada di rumah Yoo Joon. Tapi, di sini lagi-lagi penonton bakalan dibuat penasaran. Ah, masa sih? Apa yang bakal terjadi kalau Yoo Joon main lagu ini di gudang itu? Dan begitulah kira-kira.

Judul film: Secret: Untold Melody
Sutradara: Seo Yoo-Min
Cinematografer: Yang Hyeon-Seok
Penulis: Seo Yoo-Min, Yoo Seung-Hee
Durasi: 103 menit
Distributor: Plus M Entertainment
Tanggal rilis: 28 Januari 2025
Bahasa/Negara: Korea/Korea Selatan

Pemain;

Doh Kyung-Soo sebagai Kim Yoo-Joon
Won Jin-A sebagai Yoo Jeong-A
Bae Sung-Woo sebagai Kim Seung-Ho
dll.

Review Film ‘Secret: Untold Melody’

carview.php?tsp=
Sumber gambar: YouTube

0

   Sepulang tahlilan, kita yang seharusnya ikut rapat buat mematangkan acara tujuh belasan desa, berubah jadi kerja bakti malam itu juga untuk memasang umbul-umbul.
   Kerja dimulai dengan mengambil bambu di rumah paling ujung di rt 2 ini, yang juga salah satu rumah paling ujung di desa. Karena tidak ada lampu, kami pakai flash ponsel. Dua orang membawa beberapa jumlah bambu, giliran saya hendak membawa bambu malah ditinggal sama temen saya. Akhirnya gak jadi dan berakhir ngacir karena ketakutan.
   Sementara beberapa orang memasang umbul-umbul, orang-orang lain mengumpulkan tatakan. Setelah terkumpul pun, umbul-umbul yang sudah dipasang sudah dapat banyak, jadi mereka tinggal meletakkan di tatakan yang sudah ditata.
   Disela-sela kesibukan, bu rt memberi kami camilan. Dia juga tanya, ‘Apakah sudah ada minum?’ saya jawab belum. Adik saya juga sudah pergi untuk rapat, di rumahnya juga gak ada orang selain suaminya yang juga sibuk pasang umbul-umbul seperti saya. Ibu dan bapaknya sedang ke Magelang (pondok pesantren) untuk menjenguk adik saya yang lain. Jadi gak ada yang bisa bikin minum. Akhirnya, bu rt juga kasih minuman ke kita.
   Banyak bambu yang sudah keropos karena dimakan rayap. Karena hal itu, umbul-umbul tidak bisa dipasang semuanya. Toh, umbul-umbul itu juga banyak yang sudah rusak. Warnanya saja sudah luntur. Sungguh, sebenarnya sudah tidak pantas buat display. Tapi akhir-akhir ini desa sedang banyak pengeluaran. Iuran untuk pengajian maulid yang akan datang, iuran agustusan, nikahan, sunatan, belum lagi kalau ada orang sakit atau meninggal. Ya, itulah. Hidup di desa bagi orang yang gak tahu mungkin irit karena apa-apa murah bahkan bisa minta atau sering dikasih, tapi sebenarnya gak seindah itu. Biaya hidupnya justru lebih mahal dibanding di kota karena banyak acara.

Kerja Bakti Tujuh Belasan

carview.php?tsp=
Sumber gambar: Crash Records

3

   The Rose comeback dengan lagu-lagu easy listening dan lagu-lagu healing. Saya suka dengan The Rose sejak ara album ‘Heal’ dengan lagu utamanya ‘Childhood’. Wah, saya benar-benar jatuh cinta pada music video dengan konsep unik itu. Saya jatuh cinta pada suara dua vokalisnya juga pada alunan musiknya. Lagu ini terutama bikin saya masuk ke dunia mereka, lagu yang mengingatkan saya akan masa kecil seperti halnya judul lagunya.
   Diantara ketujuh lagu di album WRLD ini, saya paling suka lagu-lagu berikut ini.

•Tomorrow

   “Tomorrow will be okay
     Don’t worry to much
     As long as we keep hoping
     For better”

    Mereka itu kaya lagi ngomong, Santai aja kali, Bro. Udah ketebak kok hidup itu. Kalau gak sedih ya, seneng. Lu kaya gitu emang kaga capek? Lagi lomba sama siapa, sih? Benar-benar ngena di hati.

•Nebula

   Ngebayangin besok Minggu, pagi-pagi sekali sepedaan pakai lagu ini. Bakal seperti hidup sendiri di dunia kayaknya. Soalnya di jam segitu orang-orang masih pada molor. Maklum, namanya juga hari libur.
   Lagu ini lebih menonjolkan vokal yang sedikit kuat. Bahkan, salah vokalisnya beberapa kali pakai head voice.

•O

   Gak tahu lagi gimana cara buat ngejelasinnya, tapi lagu ini paling ngena di hati. Kaya lagi duduk bareng mereka, si The Rose ini, dan diceramahi tentang kehidupan.
   Sejauh ini, lagu inilah yang menjadi favorit saya.

•Slowly

   Harus banget suatu saat saya bisa main gitar dan gitaran dengan lagu ini.

   Saya pikir, The Rose ini sangat pantas masuk agensi big three. SM, YG atau JYP Entertainment seperti Day6 yang mendapatkan lebih banyak atensi dari orang-orang karena ada di JYP.

The Rose ‘WRLD’ Album

carview.php?tsp=
Sumber gambar: @yumekitakenaka_

   Dalam Boys II Planet episode 3, akhirnya penampilan Yumeki yang bikin penasaran star kreator sejagad raya itu ditampilkan. Sayangnya, vokal Yumeki sangat buruk. Bahkan, dia mungkin bakalan gak dapat bintang kalau kemampuan menarinya gak mumpuni. Dia pun berakhir dengan mendapatkan satu bintang.
   Pada saat itu juga, signal song diumumkan. Hanya peserta dengan kelas all star yang boleh melihat koreografi lagu ‘Hola Solar’ yang dibawakan oleh Sung Hanbin, peringkat 2 di Boys Planet season sebelumnya. Lagu sinyal ini benar-benar membuat para peserta frustasi karena tariannya sulit dan terdapat banyak nada tinggi pada lagunya. Lewat lagu ini juga ada beberapa peserta dari kelas all star yang turun kelas. Sebaliknya, ada juga peserta yang naik kelas salah satunya Yumeki yang langsung menjadi all star dengan perkembangan vokalnya yang mengejutkan. Apalagi ketika menarikan sinyal song, dia juga sedikit improve dan membuat star master terkesan. Tapi tetap, bayangan Hui meracuni pikiran saya dan saya pikir mungkin Yumeki juga bakal bernasib seperti member Pentagon itu.
   Pada episode tiga ini juga banyak peserta yang mendapatkan nol bintang atau no star, dan harus pulang.
   Di menit-menit akhir, Ong Seung Woo, mantan member Wanna One dan juga seorang aktor, memberikan kejutan dengan muncul sebagai mc. Para peserta lebih terkejut lagi ketika tirai di dekat Ong Seung Woo diturunkan dan terlihatlah para peserta dari planet lain yakni planet c.

Boys II Planet: Progres Yumeki

carview.php?tsp=
Sumber gambar: fdr-images

   Sudah beberapa hari ini sengaja tidak isi kuota, alasannya karena ingin fokus pada kehidupan asli dan mendapatkan banyak istirahat ketimbang scrolling terus menerus. Tidak semua harus diunggah ke sosial media, tidak semua harus dipamerkan kepada mereka yang toh, gak bakal peduli juga. Kalau kaum tukang pamer itu baca ini, wah, pasti mereka bakal nyerang saya.
   Di tempat kerja juga disediakan wifi gratis. Lumayan, uang buat kuota itu bisa dipakai untuk yang lain. Jadi, banyak kesempatan saya buat online. Artinya, jika memang ada sesuatu yang penting, harusnya itu bisa disampaikan di jam saya masih di tempat kerja, yang hal itu memakan banyak sekali waktu. Sampai sejauh ini tidak ada pesan-pesan itu. Yang artinya lagi saya punya atau tidak ponsel ini itu sebenarnya juga gak penting-penting amat.
   Mengambil rute Tepusen ke Kandangan kemudian Kedu, saya sempat beristirahat di jembatan pelangi. Jembatan yang agak aneh. Kalau biasanya jembatan bakal dilewati mobil, motor atau bahkan orang, jembatan ini dilewati oleh air lagi. Jadi di bawah jembatan ada sungai yang besar, sementara di antara jembatan itu ada sungai kecil.
   Di bawah jembatan pelangi ada banyak gazebo, ada juga stand-stand penjual makanan. Tapi tadi pagi masih pada tutup.
   Bersepeda sambil mendengarkan musik ternyata asik juga. Saya jadi lebih santai gowesnya sambil sesekali ikut nyanyi. Kemudian ketika saya melewati jalanan di kecamatan Kedu yang banyak truknya, saya melepas tws itu. Karena memang harus ekstra hati-hati melewati jalan itu walaupun jalannya masih bagus. Oh, iya. Saya juga disapa beberapa pesepeda lain yang lebih pro tentunya. Mereka datang dari belakang saya dan bilang, ‘mari, Mas,’. Sementara itu di perjalanan pulang saya berpapasan dengan pesepeda lain yang bergerombol. Jumlahnya mungkin lebih dari sepuluh. Saya gak kepikiran bahwa suatu saat nanti saya bakal gabung ke grup seperti mereka, mengingat saya bersepeda juga karena sebenarnya malas jogging saja. Hahaha.

Bersepeda Tanpa Strava

carview.php?tsp=
Sumber gambar: mzaya_blan

   Kata-kata dari perkumpulan orang-orang cendekiawan itu benar-benar telah membunuh Fulan. Kini, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk menumpahkan isi di dalam kepala dan juga hatinya yang membeludak. Ia merasa tak pantas lagi menulis puisi. Ia bahkan meninggalkan hal yang dahulu menjadi nyawa hidupnya itu. Ia meninggalkan buku-buku koleksinya, kini mereka berteman debu. Keputusan untuk belajar di luar kota dengan para ahli itu ternyata sebuah keputusan yang sama sekali salah. Dan kau tahu apa yang paling menyedihkan dari Fulan saat ini? Itu adalah ketika ia mencoba menulis lagi, kirim lagi, tapi semua usahanya itu gagal dan ia merasa benar-benar harus berhenti kali ini. Tapi yang sungguh menyedihkan adalah Fulan telah lupa bahwa puisi itu adalah kebebasan. Ia tak menemukan kebebasan itu lagi. Setidaknya, ia masih bisa menulis. Jika tak mau menulis, setidaknya ia masih bisa membaca. Tapi bahkan untuk hal-hal itu dia merasa tidak mau lagi. Semuanya karena kata-kata dari orang-orang cendekiawan dari perkumpulan itu yang sangat menyakiti hatinya.
   Bayangkan kalian terbiasa bernafas dan tiba-tiba keahlian basic itu hilang begitu saja dari hidup kalian. Bagaimana rasanya? Perlahan akan merasa sesak, perasaan seperti terbakar lalu mati. Begitulah hidup Fulan tanpa puisi. Yang ada hanyalah kekosongan.
   Fulan juga tidak dapat melakukan hal lain selain berpuisi. Baginya tujuan hidupnya telah berhenti di titik itu. Dia benar-benar ingin kembali tapi tidak tahu jalan mana yang membawanya kepada kedamaian hidup. Kegelapan yang melanda hari-harinya begitu pekat dan tak ditemukan olehnya setitik cahaya petunjuk pun.

Hilang Arah

   Ajang pemilihan idol berbakat ini akhirnya kembali lagi. Setelah sukses dengan season satu dan mendebutkan ZEROBASEONE, kini mereka kembali dan berharap bisa melahirkan idol yang lebih baik dari mereka.
   Sebagai penggila vocal, saya langsung tertarik dengan seorang trainee bernama Kang Woo Jin. Dia datang dengan mengaku bahwa dia tidak bisa menari. Tapi, dia menujukkan vocal yang menjanjikan sebagai seorang calon idol. Pertama, dia membawakan lagu dari BoA dan langsung membuat para master terkesan. Bahkan para master ini segera meminta Woo Jin untuk membawakan lagu cadangan miliknya bila ia tidak cukup sukses dengan penampilan utamanya dengan lagu BoA itu. Dari sini gitar miliknya dikeluarkan, dan dia memainkan gitar itu sambil membawakan sebuah lagu. Wah, benar-benar membuat terkesan. Semoga Woo Jin bisa debut dan tidak menjadi Seung Eon part 2.

carview.php?tsp=
Kang Woo Jin


   Datanglah dua orang trainee mantan anggota Trainee A dari Big Hit Entertainment, agensi yang menaungi monster idol BTS, yang sayangnya gagal debut. Mereka adalah Leo dan Sang Won. Mereka membawakan lagu ‘No Doubt’ dari Enhypen dan berhasil membuat para master dan peserta lain terkesan, meski ada insiden di mana sepatu Sang Won lepas ketika tampil. Seperti Woo Jin, mereka juga langsung diminta membawakan penampilan cadangan mereka jika posisi mereka terancam. Dalam akhir episode, posisi mereka bahkan ada di tingkat tertinggi. Leo ada di posisi #6 sementara itu Sang Won ada di posisi #1 dari puluhan peserta yang ada. Gila sih.

carview.php?tsp=
Leo
carview.php?tsp=
Sang Won


   Kejutan tidak berhenti sampai di sini, ada lagi sosok legendaris yang lebih cocok menjadi seorang juri master ketimbang peserta. Namanya ialah Yumeki. Ia adalah dancer yang banyak membuat tarian untuk idol-idol terkenal seperti Itzy, Illit, TWS dan banyak lagi yang lain. Ia datang dengan kepercayaan luar biasa pada tariannya, tapi ia mengaku belum terbiasa menyanyi sambil menari dan baginya itu adalah hal sulit. Sayangnya dalam episode satu ini vocal Yumeki tidak diperlihatkan. Semoga Yumeki ini juga bisa debut, dan tidak menjadi Hui part 2 seperti yang dikhawatirkan orang-orang.

carview.php?tsp=
Yumeki

Boys II Planet

carview.php?tsp=
Sumber: Instagram Company SooSoo

   Full album pertama beliau dan juga album kedua yang beliau bikin setelah mendirikan perusahaan agensi sendiri bernama Company Soo Soo.
   Saya baru sempat mendengar lagu-lagu di album ‘Bliss’ ini tanpa mengetahui artinya dalam bahasa Indonesia. Tapi tahu sendiri lah, yang penting itu bahasa hati yang maha memahami.
   Dari kesepuluh lagu, saya paling suka pada lagu ‘Love To Love You’, ‘In Another Life’ dan juga ‘I’ll Be There’. Gak tahu ya, kaya punya kesan tersendiri saja. Pesan dalam ketiga lagu itu tersampaikan dengan baik. Mungkin karena saya lebih cenderung suka lagu yang tergolong melow tapi powerfull pada saat yang sama.
   Selebihnya, lagu-lagu dalam album ini menunjukan ciri khas beliau yang benar-benar khas. Instrumen yang sederhana berbalut suara gaya rnb yang kental. Tapi sebenarnya paling gak nyangka dengan lagu ‘Sing Along!’. Walaupun sudah pernah dikejutkan dengan lagu di album sebelumnya yaitu ‘Popcorn’, tapi kemisteriusan beliau seperti kembali lagi setelah era itu.
   Di album ini beliau juga mengubah gaya rambut. Lagi-lagi ini seperti bukan diri beliau yang sebenarnya. Bayangkan saja, beliau yang punya image alim tentunya terbiasa dengan fashion simple dan kini harus mewarnai rambut segala. Memang, sejak punya perusahaan sendiri sepertinya beliau ingin mengungkapkan sisi lain beliau, untuk lebih memanjakan penggemar-penggemarnya.
   Terakhir, harapan saya semoga album ini dipromosikan juga di banyak musik show agar lebih banyak dikenal lagi. Bahkan, bisa memenangkan penghargaan.

Doh Kyung Soo The First Full Album ‘Bliss’

carview.php?tsp=

   Tour tahunan tapi ada yang berbeda. Kira-kira apa saja yang beda? Cari tahu di sini.

– Tiket

   Biasanya kalau ada tour seperti ini, gak bakal dikenakan biaya. Kali ini, untuk masuk stage activity harus memiliki gelang tiket yang harus dibeli seharga 50k, secara online. Dan gratis bagi yang memiliki tiket meet and great dan 2shoot.
   Dalam hal ini saya menyerahkan semuanya kepada Firman, karena hp saya sudah ketinggalan zaman.

– Tempat Diselenggarakan Acara

   Biasanya juga nih, event bakal dilaksanakan di jantung mall yang biasa buat lalu-lalang pengunjung mall. Jadi gak heran kalau ketika jam perform, mall bakalan penuh banget bahkan mau jalan saja gak bisa. Namanya juga gratisan, pasti bakal banyak yang nonton bahkan sampai beberapa lantai ke atas.
   Kali ini, event diadakan di sebuah gedung mall yang sebelumnya juga pernah dipakai ybs untuk event lain yang lebih besar. Di sana saya dan dua orang teman bahkan bisa tiduran saat menanti ybs tampil.

carview.php?tsp=
Mas Pandu, Firman dan Saya dari grup JKT48 Fans Club Temanggung/JFCT

– Lagu Wajib

   Karena tour ini bertepatan dengan akan dirilis setlist original ybs, maka lagu ‘Go and Fight’ serta ‘Raja Hati’ yang notabenenya adalah dua lagu dari setlist tersebut, wajib sekali dibawakan. Kedua lagu itu selalu dibawakan juga di tour kota-kota sebelum Yogyakarta.
   Di Jogja, sayangya lagu yang saya nantikan seperti ‘Green Flash’ dan ‘365 Nichi no Kamihikouki’ tidak dibawakan. Meski begitu, cukup sekali rasanya untuk menuntaskan kerinduan pada ybs dan teman-teman sekalian.

JKT48 ALL IN TOUR Yogyakarta