Fokus utama dari standarisasi ini adalah penerapan Metode Melatih yang berbasis pada sains dan empati. Di masa lalu, banyak pelatih menggunakan cara-cara konvensional yang cenderung keras dan memaksa, yang sering kali justru membuat anak trauma terhadap air. Kini, di bawah arahan PRSI Serang, metode yang ditekankan adalah game-based learning atau belajar melalui permainan. Teknik ini terbukti jauh lebih efektif dalam membangun rasa percaya diri peserta didik sebelum mereka diperkenalkan pada teknik gaya renang yang lebih kompleks. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap sesi latihan tetap menyenangkan namun tetap memiliki target pencapaian yang jelas.
Khusus dalam konteks Melatih Anak, ada protokol khusus yang harus dipatuhi untuk menjaga aspek keselamatan dan kenyamanan. Anak-anak memiliki rentang perhatian yang lebih pendek dan kebutuhan motorik yang berbeda dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, pelatih dituntut untuk kreatif dalam menciptakan variasi latihan agar anak tidak merasa bosan. Selain itu, aspek keamanan menjadi harga mati. Pelatih harus memiliki keahlian dalam pertolongan pertama (CPR) dan tahu cara menangani situasi darurat di kolam renang secara cepat dan tepat.
Langkah yang diambil oleh pihak asosiasi di Serang ini juga berdampak positif pada peningkatan karier para pelatih itu sendiri. Dengan memiliki sertifikat resmi, nilai profesionalisme mereka meningkat, dan mereka memiliki akses ke berbagai pelatihan tingkat lanjut yang diselenggarakan oleh tingkat provinsi maupun nasional. Ini adalah bentuk investasi jangka panjang untuk memajukan prestasi olahraga air di daerah. Semakin banyak pelatih yang berkualitas, maka semakin besar pula peluang munculnya bibit-bibit unggul yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
Masyarakat dan pengelola fasilitas kolam renang kini didorong untuk hanya bekerja sama dengan instruktur yang sudah terverifikasi. Transparansi data pelatih yang tersertifikasi juga mulai dibuka agar masyarakat dapat memilih tempat berlatih yang terjamin kualitasnya. Hal ini diharapkan mampu mengikis praktik-praktik pelatihan yang asal-asalan dan berisiko bagi keselamatan anak-anak.
Secara keseluruhan, pembaruan standar ini merupakan titik balik bagi dunia renang di Serang. Komitmen untuk mengutamakan kualitas pengajaran di atas kuantitas jumlah siswa menunjukkan bahwa orientasi utama adalah pembangunan karakter dan fisik anak yang sehat. Dengan bimbingan dari tangan-tangan ahli yang tersertifikasi, masa depan olahraga renang di tanah jawara ini diyakini akan semakin cerah dan penuh dengan prestasi yang membanggakan.